Beberapa hari ini saya beristirahat dengan ditemani segerombolan nyamuk. Entah dari mana datangnya, meskipun sudah menggunakan obat anti nyamuk,tetapi mahluk2 penghisap darah itu seolah tidak ada habisnya... Seperti pepatah yg berkata 'mati satu tumbuh seribu' meskipun kata seribu seperti terlalu dibesar2kan dalam jumlah nyamuk yg datang. Tapi memang mereka seperti tidak ada habisnya.
Menyebalkan memang,ketika sedang tertidur lelap,tiba2 tangan atau kaki kita terasa gatal. Biasanya secara refleks kita akan langsung menggaruk bagian yang gatal tersebut. Tapi ketika nyamuk tersebut berhasil melarikan diri,kita akan makin kesal dan gatal.
Entah mengapa jika saya belum membunuh nyamuk yg menghisap darah saya,bekasnya masih akan terasa gatal. Lain halnya jika nyamuknya sudah mati... Maka bekasnya tidak akan berasa gatal.
Tapi saya akhirnya punya cara untuk membunuh nyamuk2 yg menggangu dengan tangan saya sendiri. Yang saya lakukan ialah membiarkan nyamuk tersebut menghisap darah saya dan membuat kantung darah mereka penuh. Pada saat demikianlah kemampuan dan kecepatan manuver mereka berkurang drastis. Nah pada saat itulah saya menghantam mereka dengan tangan saya... Hasilnya... Seprei yang penuh dengan bercak2 darah dari nyamuk2 yg mati. Hehehe... Ternyata bukan hanya manusia yang tidak pernah puas,tapi nyamuk juga tidak pernah puas. Karena mereka tetap akan kembali untuk menghisap darah meskipun terkadang kantung darah mereka sudah penuh...
Saturday, September 20, 2008
Friday, September 19, 2008
TGIF
Thank God It's Friday atau Thanks God It's Friday... tapi pokoknya maksud dari farase itu adalah ungkapan syukur karena sekarang sudah hari Jumat.
Ada apa dengan hari Jumat? Hari Jumat berarti besok sabtu dan itu berarti weekend... baidewei apa yah kata atau frase yg tepat dalam bahasa Indonesia yang berarti 'weekend'? 'akhir minggu' kah ? atau?
Minggu lalu Tante saya dari Belanda telepon dan di akhir pembicaraan dia berkata ' selamat weekend yah, eh di sana apa sebutnya? kalo kita biasa bilang weekend' saya berpikir sejenak dan berkata 'sama, disini juga bilangnya weekend.' setelah pembicaraan itu saya tetap memikirkan apa bahasa indonesia yg tepat untuk menyebut weekend yah?
Seringkali kita meng-Indonesia-kan bahasa asing sehingga perbendaharaan kata kita dalam bahasa Indonesia berkurang... apakah ini karena kemajuan jaman? orang lebih biasa menyebut handphone, bukan ponsel atau telepon seluler. bagaimana dengan nyetting dari kata setting. apa kata dalam bahasa Indonesianya yang tepat? yang tinggal di JAKARTA pasti pernah membaca "Awas Jalur Busway" bagaimana arti kalimat itu sebenarnya? bukankah lebih tepat "Awas Jalur Bis Transjakarta" ? akhirnya berujung pada salah kaprah masyarakat menyebut bis transjakarta dengan sebutan busway (jalur bis).
AB: "udah pernah naik busway blom?"
CD: "belom!"
AB: "Gw udah pernah dong."
apakah dampak dari kemampuan berbahasa Inggris bisa membuat kita maju? Jepang maju tapi tetap menggunakan bahasa katakana dan hiragana mereka... RRT tetap bisa maju dengan tetap menggunakan huruf kanji mereka. Bagaimana Indonesia yang dimana2 makin banyak istilah asing yang digunakan tapi kok sepertinya bangsa ini tidak makin maju yah? bahkan Malaysia yg begitu dibenci sebagian besar rakyat negara ini bisa maju dengan bahasa Inggris yg di Malaysia-kan.
so apakah ini masalah buadaya dan mental bangsa ini atau masalah bahasa? atau semuanya itu sebuah komplikasi?
dan apa hubungannya dengan TGIF?
TGIF hanyalah sebuah ungkapan yang saya ucapkan ketika mulai meng-update blog ini. bahwa saya akan segera menikmati weekend , eh salah. Akhir minggu saya...
Ada apa dengan hari Jumat? Hari Jumat berarti besok sabtu dan itu berarti weekend... baidewei apa yah kata atau frase yg tepat dalam bahasa Indonesia yang berarti 'weekend'? 'akhir minggu' kah ? atau?
Minggu lalu Tante saya dari Belanda telepon dan di akhir pembicaraan dia berkata ' selamat weekend yah, eh di sana apa sebutnya? kalo kita biasa bilang weekend' saya berpikir sejenak dan berkata 'sama, disini juga bilangnya weekend.' setelah pembicaraan itu saya tetap memikirkan apa bahasa indonesia yg tepat untuk menyebut weekend yah?
Seringkali kita meng-Indonesia-kan bahasa asing sehingga perbendaharaan kata kita dalam bahasa Indonesia berkurang... apakah ini karena kemajuan jaman? orang lebih biasa menyebut handphone, bukan ponsel atau telepon seluler. bagaimana dengan nyetting dari kata setting. apa kata dalam bahasa Indonesianya yang tepat? yang tinggal di JAKARTA pasti pernah membaca "Awas Jalur Busway" bagaimana arti kalimat itu sebenarnya? bukankah lebih tepat "Awas Jalur Bis Transjakarta" ? akhirnya berujung pada salah kaprah masyarakat menyebut bis transjakarta dengan sebutan busway (jalur bis).
AB: "udah pernah naik busway blom?"
CD: "belom!"
AB: "Gw udah pernah dong."
apakah dampak dari kemampuan berbahasa Inggris bisa membuat kita maju? Jepang maju tapi tetap menggunakan bahasa katakana dan hiragana mereka... RRT tetap bisa maju dengan tetap menggunakan huruf kanji mereka. Bagaimana Indonesia yang dimana2 makin banyak istilah asing yang digunakan tapi kok sepertinya bangsa ini tidak makin maju yah? bahkan Malaysia yg begitu dibenci sebagian besar rakyat negara ini bisa maju dengan bahasa Inggris yg di Malaysia-kan.
so apakah ini masalah buadaya dan mental bangsa ini atau masalah bahasa? atau semuanya itu sebuah komplikasi?
dan apa hubungannya dengan TGIF?
TGIF hanyalah sebuah ungkapan yang saya ucapkan ketika mulai meng-update blog ini. bahwa saya akan segera menikmati weekend , eh salah. Akhir minggu saya...
Subscribe to:
Posts (Atom)
